Oleh: elheru | Maret 10, 2009

Situ Gunung,Sukabumi

situ gunung

Kami sempat bingung mau kemana liburan tgl 7-9 maret lalu,mengingat berita tentang kemacetan di daerah wisata di sekitar puncak. akhirnya pada tgl 9 pagi kami berangkat juga mengarahka mobil kearah selatan dengan pikiran jika puncak masih macet maka kami akan ke daerah sukabumi.
ternyata benar juga menjelang ujung jalan tol banyak kendaraan menuju puncak terhambat. kami tidak mau ambil resiko berwisata macet di kawasan tersebut akhirnya headed to Sukabumi. Ketika sampai di daerah cisaat kami memutuskan ke Situ Gunung dengan harapan tidak terlalu banyak pengunjung di kawasan ini.
ternyata dugaan kami tepat karena jumlah pengunjung tidaklah banyak dan kami sangat menikmati keberadaan kami disana.
sebuah danau kecil di lereng gunung tdengan pepohonan pinus lurus di sekitarnya ditambah dengan udara yg sejuk membuat kami betah berada disana.
Situ Gunung amat perfect jika kita hobby fotografi. banyak hal indah yg bisa direkam dengan mata kamera disana . untaian pinus dengan bayang bayangnya menjadi daya tarik utama kawasan ini.

Oleh: elheru | Januari 27, 2009

Dua Kawah Cantik di Bandung

Di bulan januari 2009 saya bersama keluarga berkesempatan mengunjungi 2 buah kawah terkenal di Area Bandung. Yang pertama tgl 1 januari 2009 kami mengunjungi Kawah Putih di BAndung Selatan. Udara begitu dingin dan kabut turun dengan pekat. kami perlu memakai jaket atau sweater untuk menahan udara dingin. yang kedua tgl 24 januari, bersama rombongan teman teman kantor dan keluarganya
kami piknik bersama menggunakan 3 bis pariwisata menuju Ciater dan Tangkuban Perahu. Saya sangat menikmati perjalanan karena saya terbebas dari tugas menyupir
TAngkuban Perahu tampak mempesona karena ukurannya yang lebih luas dari pada kawah putih. tapi kedua dua nya memiliki keindahan yang sayang kalau tidak didatangi.

Di Tangkuban Parahu

Di Tangkuban Parahu

[caption id="attachment_152" align="aligncenter" width="500" caption="Kawah Putih Ciwidey"]Kawah Putih Ciwidey[/caption]
perjalanan ke tangkuban perah

perjalanan ke tangkuban perah

Oleh: elheru | Nopember 9, 2008

A plane bombing a car ( animation )

Berikut adalah animasi coba coba yang saya buat menggunakan program corel RAVE. lalu di expor ke file MOV (quick time movie) dan sudah saya upload ke youtube. Semoga berkenan. silakan hajar saja dengan kritik anda,para pembaca

Oleh: elheru | Oktober 9, 2008

my crazy animation

Oleh: elheru | Oktober 6, 2008

Perjalanan ke Banten Selatan

                Pasir Habibi

                                         Pasir Habibi

 

pantai desa Sawarna
pantai desa sawarna

 

                     

                                  pulo manuk

                                         

karang taraje

karang taraje

 

 

berbekal info dari seorang teman yang pernah ke Banten Selatan, dan di pandu dengan google earth, akhirnya saya dan keluarga berkesempatan pergi ke sana. Tujuan kami adalah mengunjungi berbagai obyek wisata pantai yang relatif masih alami di daerah Bayah dan Sawarna.

Berangkat dari jakarta menuju Bayah via serang timur – pandeglang – saketi – Banjar sari dan malingping di hari kedua lebaran membutuhkan waktu hampir 8 jam karena kemacetan yang kami alami sejak keluar tol serang timur sampai saketi.

saya perkirakan bila hari biasa, mungkin jarak Jakarta-Bayah sekitar 230 an km ini bisa ditempuh dalam waktu 5-6 jam. Perjalanan baru terasa agak menyenangkan ketika kami sudah mendekati Malingping. suasananya agak berbeda dengan tempat lain.

jarak 40an km antara Malingping dan Bayah terasa sangat indah karena kami disuguhi pemandangan laut yang eksotis di sebelah kanan jalan.

di Daerah Cihara kami sempatkan mampir kepantai pasir putih dan menikmati deburan ombak yang kencang. kami sempat berfoto2 disana.

Tiba di Bayah kami menginap disebuah hotel sederhana namun bersih dan harga sewa kamar yang relatif murah. untuk makan kami tidak terlalu risau karena ada beberapa warung makan sederhana yang bisa kami datangi. berbagai kebutuhan seperti snack dan air mineral bisa kami dapat di dua minimarket yang ada disana.

pagi harinya kami bangun dan mencium aroma khas pedesaan di Bayah ini. sebuah sensasi yang jarang kami dapati di Jakarta.

kami segera mandi, berkemas dan langsung menuju pantai karang Taraje. sebuah pantai yang penuh dengan karang yang indah di pantai. sayang pantai ini tidak terkelola baik. lalu kami menuju pantai pulo manuk. Di pantai berpasir putih ini kami dapat berenang karena lautnya landai, dan di tengah ada sebuah pulau karang dimana burung burung dari Australia biasa bermigrasi ketika musim dingin tiba.

lalu kami lanjutkan perjalanan menuju kawasan desa Sawarna dimana terdapat pantai pantai yang masih alami, belum tersentuh pembangunan. kami melewati hutan dan jalan terjal berliku sejauh kurang lebih 4km sebelum akhirnya tiba di sana. kami menghabiskan banyak waktu di daerah ini.

setelah makan siang kami berangkat lagi meninggalkan desa Sawarna dan berencana menuju pelabuhan Ratu melalui Cibangban. Jalanan berliku liku dan terjal. di daerah Pasir Habibi kami lagi lagi disuguhi pemandangan yang menakjubkan indahnya. dari ketinggian bukit kami memandang bibir pantai Cibangban yang indah mempesona. mengingatkan kami tentang kawasan Kintamani di Bali. bedanya kintamani pemandangan danau sedangkan pasir habibi laut lepas dengan warna hijau dan biru yang menantang.

setelah puas memandangi pemandangan disana sekitar 1 jam lamanya  kami melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan ratu yang kala itu di penuhi dengan wisatawan yang menghabiskan waktu liburan lebaran.

kami tidak berencana mampir di pelabuhan ratu mengingat penuhnya tempat wisata disana dengan pengunjung yang datang. dan kami melanjutkan perjalanan kami menuju bandung melalui sukabumi dan cianjur.

Oleh: elheru | September 2, 2008

HARGANYA ITU LHO….

  Awal agustus 2008 lalu, saya mengunjungi pameran Flona yang tiap tahun diselenggarakan di lapangan Banteng, Jakarta. Kepergian saya kesana bersama my daughter untuk sekedar sightseeing sekaligus photo hunting.

Di sebuah sudut mata saya tertuju pada sebuah anturium yang dijual disana. walaupun masa keemasannya sudah berlalu, ternyata tanaman ini masih punya harga yang fantastis untuk ukuran kantong saya dan juga mungkin kantong kebanyakan orang Indonesia. Disitu tertera harga 375 juta ( masih bisa nego …. kata yang punya).

Iseng iseng saya mendekati, mengambil foto. Kemudian saya didekati penjual dan beliau menjelaskan panjang lebar tentang tanaman ini. Saya mengangguk angguk saja karena pada dasarnya saya tidak mengerti banyak tentang tanaman ini.  

Ketika penjual akhirnya bertanya apakah saya berminat membelinya, saya tersenyum kecut. saya bilang ” saya harus jual rumah dulu baru saya bisa beli tanaman ini. Trus kalau saya sudah jual lalu dimana tanaman ini saya taruh?….he he he. lha rumahnya saja sudah terjual.

Seorang Bule lewat disamping saya dia bilang :” It’s very dear…”( mahal banget) saya bilang ” not very dear, Sir but Oh….. dear…”

Oleh: elheru | Agustus 13, 2008

My family in Taman Bunga Nusantara,Cipanas

My wife and my two children are having fun in TBN

Oleh: elheru | Agustus 4, 2008

NARRATIVE TEXT

Narrative text is designed to entertain or to tell a story. The text is not intended to discuss or describe something seriously, but merely as an entertainment.

The structure of the text consists of :

1. Orientation

     It tells the readers about :

-         the story’s setting

-         the time in which it took place

-         who the major characters are

-         you may begin to hint at some important details that will follow

2. Complication

    This is an event or series of events that unfold and lead to a complication ( problem or conflict ) as they lead to the climax of the story

3. Resolution

    This is the final part of the story where the problem or complication is solved and the loose ends are tied up

4. Re- orientation ( Optional )

    This part shows the moral value that the story brings

   In longer stories the complication and resolution may appear several times depending on the episodes of the story. 

EXAMPLES :

The wise peasant daughter

 

 

 

 

ORIENTATION

          There was once a poor peasant who had no land, but only a small house, and one daughter.  Then said the daughter,” we ought to ask our lord the king for a bit of newly-cleared land”.  When the king heard of their poverty, he presented them with a piece of land, which she and her father dug up, and intended to sow with a little corn and grain of that kind.  When they had dug nearly the whole of the field, they found in the earth a mortar made of pure gold. “ Listen”, said the father to the girl,” as our lord the king has been so gracious and presented us with the field, we ought to give him this mortar in return for it”.  The daughter, however, would not consent to this, and said,” father, if we have the mortar without having the pestle as well, we shall have to get the pestle, so you had much better say nothing about it”.  But he would not obey her, and took the mortar and carried it to the king, said that he had found it in the cleared land, and asked if he would accept it as a present.  The king took the mortar, and asked if he had found nothing besides that.  No, answered the countryman.

COMPLICATION

Then the king said that he must now bring him the pestle.  The peasant said they had not found that, but he might just as well have spoken to the wind, he was put in prison, and was to stay there until he produced the pestle.  The servants had daily to carry him bread and water, which is what people get in prison, and they heard how the man cried out continually,” ah, if I had but listened to my daughter. Alas, alas, if I had but listened to my daughter, and would neither eat nor drink”.  So he commanded the servants to bring the prisoner before him, and then the king asked the peasant why he was always crying, ah, if I had but listened to my daughter, and what it was that his daughter had said. “ She told me that I ought not to take the mortar to you, for I should have to produce the pestle as well.  If you have a daughter who is as wise as that, let her come here.”   She was therefore obliged to appear before the king, who asked her if she really was so wise, and said he would set her a riddle, and if she could guess that, he would marry her.  She at once said yes, she would guess it.  Then said the king, come to me not clothed, not naked, not riding, not walking, not in the road, and not off the road, and if you can do that I will marry you.  

RESOLUTION    

So she went away, put off everything she had on, and then she was not clothed, and took a great fishing net, and seated herself in it and wrapped it entirely round and round her, so that she was not naked, and she hired an ass, and tied the fisherman’s net to its tail, so that it was forced to drag her along, and that was neither riding nor walking.  The ass had also to drag her in the ruts, so that she only touched the ground with her big toe, and that was neither being in the road nor off the road.  And when she arrived in that fashion, the king said she had guessed the riddle and fulfilled all the conditions.Then he ordered her father to be released from the prison, took her to wife, and gave into her care all the royal possessions.

mortar and pestle
mortar and pestle

 

Oleh: elheru | Juli 31, 2008

Pelabuhan Ratu

Pelabuhan Ratu                            L

we are at Pelabuah Ratu
we are at Pelabuah Ratu

Liburan sekolah 2008, kami sekeluarga mengunjungi pantai selatan Sukabumi, Pelabuhan Ratu.

Sebenarnya ketika berangkat dari Jakarta kami sama sekali tidak terbayang akan pergi ke tempat itu, karena kami cuma ingin keluar rumah. setelah rapat keluarga di dalam mobil akhirnya kami putuskan untuk ke sana.

Seingat saya, terakhir saya ketempat itu 35 tahun yang lalu bersama orang tua saya sewaktu saya masih duduk di kls 2 SD. Berbekal peta Google earth yang kami print di warnet ( Kami mampir sebentar di warnet ) kami pergi kesana.

Suatu hal yang mengasyikkan adalah perjalanan menuju ke pelabuhan Ratu itu sendiri, dimana lebih kurang 10 km menjelang kami disuguhi perjalanan lika liku turun naik bukit.

Pelabuhan Ratu, seperti tipikal pantai selatan Jawa lainnya, mempunyai ombak yang relatif besar dan pantai yang curam. Hembusan angin terasa kencang, sehingga kalau kita berpanas panasan di tepi pantai di siang hari, kulit kita tidak akan terasa panas, namun tanpa disadari sudah terbakar.

Suatu hal yang disayangkan dari pantai ini adalah pantai ini panjang namun banyak tertutup oleh hotel dan restaurant. ini mengingatkan saya pada pantai anyer, dimana kita harus mengintip ngintip disela resort untuk melihat pantai dari jalan raya.

Kelebihan dari pantai ini adalah ikan lautnya yang masih segar yang bisa kita beli dari pelelangan, lalu di masak di restaurant2 sepanjang pantai. Ikan bakar disini benar benar terasa nikmat. kami berempat menghabiskannya sampai daging terakhir. o..la la…

Pantai ini mungkin kurang populer dibandingkan tempat wisata lainnya di Jawa Barat. Hal ini mungkin karena keadaan seperti yang saya sebut diatas, lalu ditambah lagi dengan waktu tempuhnya yang panjang. Jarak 150 km ditempuh 4 s/d4,5 jam..! hal yang menyebabkan ini adalah medan yang sempit dan kemacetan yang membosankan sepanjang jalur Ciawi – Sukabumi.

Mungkin jika ada jalan toll ciawi – Sukabumi mungkin tempat wisata ini akan lebih ramai lagi terutama pada weekend, terlebih banyak orang yang sudah bosan dengan pantai Anyer dan sekitarnya.

Oleh: elheru | Juni 7, 2008

Photo Olah digital

Berkat kemajuan teknologi komputer, sekarang kita dapat membuat foto foto yang sebenarnya biasa menjadi lebih bagus/ artistik. Berikut ini adalah hasil olah digital yang saya buat melalui komputer dengan sumber foto hanya dari KAMERA HP.

Sunda Kelapa

Sunda KelapaGadis Pantai Biru

Fatahilah

Fatahilah

perahu

perahu

pelabuhan Ratu

pelabuhan Ratu

Anak Jin

Anak Jin

Yang ini bukan hasil Olah Digital.

Yang ini bukan hasil Olah Digital.

Tulisan Sebelumnya »

Kategori